Jakarta — Sertifikasi halal menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus daya saing produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun dalam pelaksanaannya, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi berbagai kendala dalam proses pengurusan sertifikasi halal.
Beberapa tantangan yang sering dihadapi pelaku usaha di antaranya adalah kurangnya pemahaman terkait alur sertifikasi halal, keterbatasan administrasi usaha, hingga minimnya literasi mengenai pentingnya sistem jaminan produk halal. Selain itu, sebagian pelaku UMKM juga masih menganggap proses sertifikasi halal sebagai sesuatu yang rumit dan memerlukan biaya besar.
Padahal, sertifikasi halal saat ini menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kepercayaan pasar. Produk yang telah memiliki sertifikat halal dinilai lebih memiliki nilai tambah dan peluang lebih besar untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Menanggapi hal tersebut, LPH Hidayatullah menyampaikan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi UMKM bukan hanya pada proses sertifikasinya, tetapi juga pada kesiapan administrasi dan pemahaman terhadap standar halal itu sendiri. Banyak pelaku usaha yang sebenarnya memiliki produk halal, namun belum memahami proses dan persyaratan yang harus dipenuhi.
Sebagai lembaga pemeriksa halal, LPH Hidayatullah terus berupaya memberikan pendampingan dan edukasi kepada pelaku usaha agar proses sertifikasi halal dapat berjalan lebih mudah dan terarah. Mulai dari pemeriksaan bahan baku, proses produksi, hingga sistem jaminan halal dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan produk memenuhi standar yang berlaku.
LPH Hidayatullah juga menilai bahwa peningkatan literasi halal menjadi langkah penting dalam mempercepat pertumbuhan sertifikasi halal di kalangan UMKM. Dengan pemahaman yang baik, pelaku usaha akan lebih siap dalam memenuhi ketentuan serta meningkatkan kualitas produknya.
Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga halal, dan pelaku usaha dinilai menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem halal nasional. Dukungan berupa sosialisasi, pelatihan, hingga pendampingan dinilai mampu membantu UMKM lebih siap menghadapi proses sertifikasi halal.
Ke depan, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM yang menyadari pentingnya sertifikasi halal sebagai bagian dari pengembangan usaha. Dengan produk yang terjamin halal dan berkualitas, UMKM Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih luas.