LPH Hidayatullah kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan dialog interaktif yang diselenggarakan bersama RRI Mamuju pada tanggal 20 Mei 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “WHO 2026: Peluang Emas atau Beban UMKM?” yang menjadi perhatian banyak pelaku usaha di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua LPH Hidayatullah hadir sebagai pemateri utama yang memberikan pemaparan terkait tantangan dan peluang yang akan dihadapi UMKM menjelang implementasi berbagai standar dan tuntutan global pada tahun 2026. Dialog berlangsung interaktif dengan antusiasme masyarakat serta para pelaku usaha yang mengikuti siaran secara langsung.
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada bagaimana pelaku UMKM dapat memandang perubahan dan perkembangan regulasi global bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai peluang besar untuk meningkatkan kualitas usaha. Salah satu poin penting yang dibahas adalah pentingnya kesiapan sertifikasi halal, peningkatan mutu produk, serta penguatan daya saing usaha lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.

Ketua LPH Hidayatullah juga menjelaskan bahwa perkembangan industri halal saat ini menjadi momentum strategis bagi UMKM Indonesia. Dengan jumlah konsumen halal yang terus meningkat, pelaku usaha memiliki peluang besar untuk memperkuat kepercayaan pasar melalui produk yang terjamin kualitas dan kehalalannya.
Selain itu, dialog ini juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kesiapan menghadapi WHO 2026 perlu dibangun sejak dini. Pelaku usaha didorong untuk mulai beradaptasi dengan standar usaha yang lebih profesional, mulai dari proses produksi, legalitas, hingga sertifikasi halal sebagai bentuk kesiapan menghadapi persaingan global.
Melalui kegiatan ini, LPH Hidayatullah berharap masyarakat, khususnya para pelaku UMKM, semakin memahami pentingnya transformasi usaha yang berorientasi pada kualitas dan kepatuhan terhadap regulasi. Edukasi seperti ini menjadi bagian dari upaya LPH Hidayatullah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi umat melalui penguatan ekosistem halal di Indonesia.
Kegiatan dialog interaktif di RRI Mamuju ini juga menjadi bentuk sinergi positif antara media dan lembaga halal dalam menyebarluaskan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat luas. Dengan adanya kolaborasi tersebut, diharapkan edukasi halal dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha hingga ke berbagai daerah.
Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman masyarakat, khususnya pelaku UMKM, mengenai WHO 2026 sebagai peluang emas untuk mengembangkan usaha. Para peserta diharapkan dapat mulai mempersiapkan usahanya agar lebih siap bersaing, dipercaya konsumen, dan mampu berkembang secara berkelanjutan di era industri halal global.