Jakarta, 9 April 2026 – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menyampaikan pesan inspiratif dalam kegiatan Halal Bihalal LPH Hidayatullah terkait peluang besar industri halal di tingkat global.
Dalam pemaparannya, beliau membuka dengan sebuah hadits:
“Kullu min halalan thayyiban” makanlah yang halal lagi baik.
Beliau menegaskan bahwa saat ini dunia telah mengalami perubahan besar. Jika dahulu umat Islam menghadapi tantangan di era jahiliyah, maka hari ini dunia justru semakin terbuka terhadap konsep halal.
“Hari ini bukan lagi era jahiliyah. Dunia sudah terbuka dan menerima halal,” ujarnya.
Ia mencontohkan bagaimana negara-negara non-Muslim, termasuk Amerika Serikat, telah menunjukkan keseriusan terhadap industri halal sejak lama. Bahkan sejak tahun 1974, telah berdiri IFANCA sebagai lembaga yang mendukung sertifikasi halal.
Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa halal bukan hanya kebutuhan umat Islam, tetapi telah menjadi standar global yang diakui secara luas.
Beliau juga berbagi pengalaman pribadi saat melakukan perjalanan ke luar negeri pada tahun 1992. Karena namanya yang identik dengan identitas Muslim, ia mendapatkan perhatian khusus dari pramugari maskapai yang menyediakan makanan halal secara khusus.
“Ini menunjukkan bahwa halal sudah diterima bahkan sejak lama,” ungkapnya.
Dari berbagai pengalaman tersebut, beliau menegaskan satu hal penting:
“Kuncinya adalah halal itu mendunia.”
Dengan kondisi tersebut, beliau mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi mengambil peluang besar dalam industri halal global.
“Karena halal itu mendunia, maka ambil peluang itu!” tegasnya.
Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa secara sistem, BPJPH saat ini memiliki kapasitas untuk memproses hingga 10.000 sertifikasi halal per hari. Namun, realisasi saat ini masih berada di angka 6.000–7.000 sertifikasi per hari, sehingga terdapat peluang sekitar 3.000–4.000 sertifikasi yang belum terpenuhi.
Dalam suasana interaktif, beliau kemudian menantang peserta yang hadir:
“Apakah siap 3.000–4.000 itu diambil oleh Hidayatullah?”
Serempak para peserta menjawab dengan penuh semangat, “Siap!”
Sebagai penutup, beliau menegaskan visi besar yang terus dibawa dalam setiap kesempatan, baik di dalam maupun luar negeri:
“Halal Indonesia untuk masyarakat dunia.”
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah derasnya arus informasi saat ini.
“Jangan termakan hoaks. Media sosial itu bisa menjadi hal yang berbahaya jika tidak disikapi dengan bijak. Jangan sampai kita terpecah belah karenanya,” pesannya.
Kehadiran Kepala BPJPH dalam acara ini semakin menguatkan semangat kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pemeriksa halal dalam mendorong Indonesia menjadi pemain utama dalam industri halal global.