Daegu, Korea Selatan – LPH Hidayatullah bersama HIDAKO Korea kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat hubungan industri halal Indonesia dan Korea Selatan melalui penyelenggaraan seminar bertajuk “Strategi Sertifikasi Halal untuk Memasuki Pasar Alat Kesehatan Indonesia” yang berlangsung di EXCO (Exhibition & Convention Center), Daegu, Korea Selatan.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai perusahaan dan pelaku industri alat kesehatan Korea Selatan yang memiliki ketertarikan untuk memasuki maupun memperluas pangsa pasar di Indonesia. Seminar tersebut menjadi momentum penting mengingat Indonesia akan mulai menerapkan kewajiban sertifikasi halal bagi alat kesehatan tertentu pada 17 Oktober 2026.
CEO HIDAKO Korea, Lee Kang Jae, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar paling menjanjikan bagi produk alat kesehatan Korea. Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia serta pertumbuhan kebutuhan layanan kesehatan yang terus meningkat, pemahaman terhadap regulasi halal Indonesia menjadi aspek strategis yang perlu dipersiapkan sejak dini oleh para produsen.
Pada sesi utama, Ketua LPH Hidayatullah memaparkan perkembangan terkini regulasi Jaminan Produk Halal di Indonesia, khususnya terkait implementasi kewajiban sertifikasi halal untuk alat kesehatan. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai ruang lingkup produk yang terdampak, tahapan implementasi regulasi, serta strategi yang perlu dilakukan perusahaan untuk memastikan kesiapan memasuki pasar Indonesia.
Selain aspek regulasi, seminar juga membahas berbagai persyaratan teknis dalam proses sertifikasi halal alat kesehatan, mulai dari identifikasi bahan baku, penelusuran rantai pasok, verifikasi dokumen pendukung, hingga mekanisme pemeriksaan halal yang dilakukan oleh lembaga pemeriksa halal. Berbagai studi kasus dan pengalaman praktik lapangan turut disampaikan untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif kepada peserta.
Dalam paparannya, Ketua LPH Hidayatullah menegaskan bahwa sertifikasi halal tidak hanya berfungsi sebagai pemenuhan kewajiban regulasi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing produk di pasar Indonesia yang semakin memperhatikan aspek halal, keamanan, dan kualitas produk.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan terkait klasifikasi alat kesehatan, penggunaan material berbasis hewani, persyaratan dokumen bahan baku, mekanisme sertifikasi untuk produk impor, hingga strategi percepatan sertifikasi agar produk dapat memasuki pasar Indonesia tanpa hambatan regulasi.
Melalui kegiatan ini, LPH Hidayatullah dan HIDAKO berharap dapat membantu industri alat kesehatan Korea Selatan memahami lebih baik ekosistem halal Indonesia serta mempersiapkan langkah-langkah strategis yang diperlukan sebelum kewajiban sertifikasi halal diberlakukan.
Kerja sama yang terus terjalin antara LPH Hidayatullah dan HIDAKO juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi produk-produk Korea untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan industri halal Indonesia yang terus berkembang.
Sebagai salah satu Lembaga Pemeriksa Halal di Indonesia, LPH Hidayatullah berkomitmen untuk terus menghadirkan edukasi, pendampingan, dan layanan pemeriksaan halal yang profesional bagi pelaku usaha nasional maupun internasional. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis di luar negeri, LPH Hidayatullah berupaya menjadi jembatan yang menghubungkan kebutuhan industri global dengan standar halal Indonesia yang terpercaya dan berdaya saing internasional.

Ditulis Oleh : Muhammad Faisal Thamrin (Ketua LPH Hidayatullah)