LPH Hidayatullah

Ketua LPH Hidayatullah Jadi Sorotan di MUNAS APHIDA, Faisal Thamrin Ungkap Capaian Lima Tahun Kepemimpinan

JAKARTA  — Sosok Ketua Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah, Muhammad Faisal Thamrin, S.H., M.H., turut menjadi perhatian dalam pelaksanaan Musyawarah Nasional (MUNAS) Asosiasi Pengusaha Hidayatullah (APHIDA) Tahun 2026 yang digelar di Pusat Dakwah Hidayatullah, Jakarta, Senin (31/08/2026).

Bukan tanpa alasan. Selain dipercaya memimpin LPH Hidayatullah, Faisal Thamrin juga merupakan Ketua Umum APHIDA periode 2021–2026. Dalam forum MUNAS tersebut, ia menyampaikan laporan capaian kepengurusan selama lima tahun sekaligus menyampaikan berbagai program yang telah dijalankan untuk memperkuat ekosistem usaha di lingkungan Hidayatullah.

Salah satu capaian penting yang disampaikan Faisal adalah terbentuknya Badan Pengurus Daerah (BPD) APHIDA di berbagai wilayah. Untuk pertama kalinya sejak APHIDA berdiri, organisasi tersebut berhasil membentuk 24 BPD yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Sejak 2021 kita menjalankan tugas, banyak hal yang kita buat bersama. Pertama, untuk pertama kalinya sejak berdirinya APHIDA, kita membentuk Badan Pengurus Daerah dan ada 24 BPD yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Faisal dalam laporan kepengurusannya.

Selain penguatan struktur organisasi, kepengurusan APHIDA periode tersebut juga mengembangkan berbagai program, di antaranya APHIDA Academy sebagai ruang bertukar pengalaman, gagasan, serta membangun kolaborasi antar-pengusaha Hidayatullah.

Faisal menekankan bahwa APHIDA tidak sekadar menjadi wadah berkumpulnya para pengusaha, tetapi diharapkan mampu membangun ekosistem bisnis dari hulu hingga hilir. Potensi usaha antaranggota perlu dihubungkan sehingga kebutuhan bisnis dapat saling dipenuhi dan menciptakan rantai ekonomi yang lebih kuat.

“Yang paling penting dari kita berkumpul di APHIDA ini adalah menjahit seluruh kebutuhan bisnis teman-teman agar kebutuhan hulu sampai hilirnya terpenuhi,” katanya.

Dari Ekosistem Usaha ke Ekosistem Halal

Peran Faisal sebagai Ketua APHIDA sekaligus Ketua LPH Hidayatullah menjadi hal yang menarik dalam konteks penguatan ekonomi umat.

Di satu sisi, APHIDA berfokus pada penguatan jaringan dan ekosistem usaha para pengusaha Hidayatullah. Di sisi lain, melalui LPH Hidayatullah, Faisal juga memimpin lembaga yang berperan dalam memastikan produk dan proses usaha memenuhi standar jaminan produk halal.

Keterhubungan dua peran tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem usaha yang tidak hanya bertumbuh secara ekonomi, tetapi juga memiliki fondasi kepatuhan terhadap prinsip halal.

Dalam kiprahnya di LPH Hidayatullah, Faisal terus mendorong perluasan layanan sertifikasi halal. Hingga Agustus 2026, LPH Hidayatullah telah memiliki 38 perwakilan dan 87 auditor halal terdaftar untuk mendukung layanan sertifikasi halal baik melalui skema reguler maupun self declare.

Sebelumnya, LPH Hidayatullah juga telah memperluas jaringan layanan hingga berbagai wilayah Indonesia dan mengembangkan perwakilan di tingkat internasional. Pada 2025, LPH Hidayatullah bahkan mencatat capaian sebagai salah satu LPH dengan kinerja terbaik secara nasional.

 

Membangun Pengusaha yang Jujur dan Berdaya

Dalam laporan kepengurusan APHIDA, Faisal juga menekankan pentingnya membangun karakter pengusaha yang jujur, amanah, dan terpercaya. Menurutnya, semangat kewirausahaan di lingkungan Hidayatullah perlu berjalan beriringan dengan nilai-nilai dakwah.

Ia menegaskan bahwa menjadi dai dan entrepreneur bukanlah dua pilihan yang harus dipertentangkan.

“Bukan berpindah, tetapi menambah. Tetap menjadi dai, tapi juga menjadi entrepreneur,” tegasnya.

Semangat tersebut sejalan dengan misi LPH Hidayatullah dalam membangun ekosistem halal. Sertifikasi halal tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan regulasi, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan keberkahan, kepercayaan konsumen, serta daya saing bagi pelaku usaha.

MUNAS APHIDA 2026 kemudian menjadi momentum estafet kepemimpinan sekaligus evaluasi perjalanan organisasi selama lima tahun terakhir. Faisal menyerahkan keberlanjutan berbagai program tersebut kepada kepengurusan APHIDA berikutnya dengan harapan organisasi dapat semakin inklusif, kuat, dan mampu merangkul lebih banyak pengusaha dari berbagai unsur keluarga besar Hidayatullah.

Dengan pengalaman memimpin APHIDA sekaligus menjalankan amanah sebagai Ketua LPH Hidayatullah, Faisal Thamrin menjadi salah satu figur yang mempertemukan dua aspek penting dalam gerakan ekonomi Hidayatullah: penguatan dunia usaha dan penguatan ekosistem halal.

Keduanya menjadi bagian dari ikhtiar yang saling melengkapi untuk mendorong lahirnya pengusaha yang tidak hanya tumbuh dan berdaya saing, tetapi juga menjadikan nilai-nilai halal dan kebermanfaatan umat sebagai bagian dari perjalanan usahanya.

Scroll to Top