Jakarta, 9 April 2026 – Ketua Umum DPP Hidayatullah dalam kegiatan Halal Bihalal LPH Hidayatullah menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya pemahaman dan penerapan konsep halal dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari syariat Islam.
Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa mengonsumsi makanan halal bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah kewajiban bagi setiap Muslim. Hal ini memiliki implikasi besar terhadap kehidupan spiritual, termasuk diterima atau tidaknya doa.
“Makanan halal itu wajib. Jika kita tidak menjaganya, bisa jadi doa-doa kita tidak terkabul karenanya,” ujarnya.
Beliau juga berbagi pengalaman pribadi saat melakukan perjalanan ke tujuh negara di Eropa, di mana menemukan makanan halal menjadi tantangan tersendiri. Namun justru dalam kondisi tersebut, nilai ketaatan terhadap syariat Islam diuji.
“Di situlah ujian kita. Dalam kondisi apapun, aturan agama harus tetap ditegakkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, beliau menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi umat Islam saat ini dalam menjalankan dan menegakkan syariat, khususnya terkait halal dan haram. Meski demikian, beliau mengapresiasi dukungan pemerintah Indonesia yang secara politis telah memberikan ruang dan regulasi yang kuat dalam implementasi jaminan produk halal.
Sebagai bentuk kontribusi nyata, Hidayatullah hadir melalui LPH Hidayatullah sebagai lembaga pemeriksa halal resmi di bawah BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal). Lembaga ini memiliki peran strategis dalam memastikan kehalalan produk sekaligus mendukung visi besar menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
Dalam penyampaian materi utamanya, beliau menegaskan bahwa LPH Hidayatullah tidak hanya berperan dalam aspek teknis pemeriksaan halal, tetapi juga mengemban misi yang lebih luas, yaitu menginspirasi gaya hidup halal sebagai bagian dari peradaban Islam.
Menurutnya, halal memiliki dampak yang sangat luas dalam kehidupan seorang Muslim. Konsumsi yang halal akan menumbuhkan kesucian jiwa, meningkatkan kekhusyukan dalam beribadah, membuka jalan terkabulnya doa, serta menciptakan relasi sosial yang harmonis.
Sebaliknya, hal-hal yang haram dapat merusak akhlak, menghalangi doa, dan bahkan membawa kehinaan dalam kehidupan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama bahwa halal bukan hanya aspek konsumsi, tetapi merupakan fondasi dalam membangun kehidupan yang berkah dan beradab.