LPH Hidayatullah

Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia

Malaysia memperkenalkan Malaysia Halal Global Nexus (MHGN) sebagai strategi baru untuk memperluas pasar internasional, memperkuat jejaring pelaku industri, dan meningkatkan kepercayaan global terhadap produk serta layanan halal Malaysia.

Inisiatif tersebut diperkenalkan Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama), Senator Zulkifli bin Hasan, dalam pembukaan Global Halal Summit (GHaS) 2026 yang digelar bersamaan dengan Malaysia International Halal Showcase (MIHAS) 2026 di Kuala Lumpur, Jumat (25/09/2026).

Zulkifli mengatakan MHGN dikembangkan melalui kolaborasi Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) dan Malaysia External Trade Development Corporation (MATRADE). JAKIM berperan dalam tata kelola dan standar halal, sementara MATRADE membawa keahlian dalam promosi perdagangan internasional.

Menurutnya, MHGN mengusung semangat “Connecting the Global Halal Ecosystem” dengan tujuan menghubungkan kekuatan ekosistem halal Malaysia dengan jaringan perdagangan global.

“Inisiatif baharu ini menuntut sokongan padu dan sinergi erat daripada semua kementerian, agensi serta pemain industri,” kata Zulkifli.

Ia menegaskan, kolaborasi tersebut diperlukan agar produk dan layanan halal Malaysia semakin mampu masuk dan bertahan dalam rantai pasok global secara berkelanjutan.

Dalam pidatonya, Zulkifli menekankan bahwa halal tidak semata-mata berkaitan dengan standar, sertifikasi, maupun tradisi.

Menurutnya, fondasi utama ekosistem halal adalah nilai syariah, integritas, etika, dan tanggung jawab. Nilai tersebut menjadi dasar terbentuknya kepercayaan yang memungkinkan ekonomi halal berkembang sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial.

“Halal bukan hanya sebuah metode standar, sertifikasi, atau tradisi. Pada dasarnya adalah nilai syariah, integritas, etika, dan tanggung jawab,” ujarnya.

Zulkifli mengatakan Malaysia membangun kepercayaan tersebut melalui sistem sertifikasi halal, pengakuan terhadap badan sertifikasi halal luar negeri, standar, kompetensi, serta tata kelola yang dinilai efektif.
Karena itu, Malaysia akan terus memperkuat ekosistem halalnya melalui standar yang terpercaya, inovasi, teknologi, dan kerja sama internasional strategis.

MIHAS Platform Perdagangan Global

MIHAS 2026 menjadi bagian penting dari agenda Malaysia untuk memperkuat posisi industri halal di pasar internasional. MIHAS tahun ini merupakan edisi ke-22 dan berlangsung di Malaysia International Trade and Exhibition Centre (MITEC), Kuala Lumpur, 23–26 September 2026.

Penyelenggara menempatkan MIHAS sebagai platform perdagangan halal global yang mempertemukan pelaku industri, eksportir, pembeli internasional, investor, dan berbagai pemangku kepentingan.

MIHAS 2026 mengusung tema “Shaping Trust, Driving Resilience” dan menargetkan lebih dari RM4,3 miliar nilai perdagangan, dengan lebih dari 1.700 stan serta 40.000 pengunjung perdagangan.

Zulkifli mengatakan momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama lintas negara. Menurutnya, kekuatan ekosistem halal global tidak hanya ditentukan oleh kemampuan masing-masing negara, tetapi juga oleh kemampuan untuk bergerak bersama, berbagi pengetahuan, memperkuat jaringan tata kelola, dan membangun kolaborasi baru.

“Marilah menjadikan GHaS 2026 lebih daripada sebuah platform, tetapi sebagai jalan strategis untuk tindakan,” katanya.

Ia berharap forum tersebut menghasilkan solusi praktis dan kolaborasi yang dapat membentuk ekosistem halal global yang lebih dinamis, tangguh, dan berkelanjutan.

Dengan peluncuran MHGN, Malaysia menempatkan penguatan tata kelola halal, akses pasar, teknologi, dan jejaring internasional sebagai bagian dari strategi memperluas peran industri halalnya dalam rantai pasok global.

untuk diketahui, MIHAS 2026 diikuti sekitar 1.700 exhibitor dengan lebih dari 2.000 booth yang menampilkan beragam produk dan layanan dari industri halal. Ajang ini juga mempertemukan pelaku usaha dengan 450 buyer internasional dari 58 negara, memperluas peluang perdagangan dan jejaring bisnis halal lintas negara.

Antusiasme terhadap penyelenggaraan MIHAS 2026 turut terlihat dari jumlah kunjungan. Hingga hari kedua pelaksanaan, tercatat sekitar 30.000 pengunjung, dengan jumlah tersebut ditargetkan mencapai 50.000 pengunjung hingga berakhirnya rangkaian pameran.

Scroll to Top