
LOMBOK — Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah bekerja sama dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok menyelenggarakan Seminar International yang berlangsung di Kampus Poltekpar Lombok, Jumat (4/9/2026). Forum tingkat internasional ini diselenggarakan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait produk halal antara Indonesia dan Jepang sekaligus memperkuat ekosistem halal Indonesia.
Mengusung tema “Sharing Knowledge About Japan-Indonesia Foods, Beverage Product and Halal Ecosystem Both Country”, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari beragam latar belakang dan instansi berbeda. Mulai dari jajaran regulator pemerintah, Lalu Isna Syamsuri, lembaga pemeriksa halal, Muhammad Faisal dan akademisi asal Jepang, Saki Takabataki.
Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Nusa Tenggara Barat, Lalu Mabrur, dalam sambutannya menyampaikan bahwa menerapkan gaya hidup halal adalah perintah Allah SWT bukan hanya bagi umat Islam saja tapi seluruh umat manusia.
“Jadi Allah memberikan penegasan yang cukup gamblang, apa saja silakan di makan, dengan catatan Halalan Thayyiban, halal dan baik. Halal di sini baik secara zatnya atau jenis makanan yang kita konsumsi, atau apa yang kita gunakan,” Ujar Mabrur.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Loka PJPH Nusa Tenggara Barat, Lalu Isna Syamsuri, mengapresiasi LPH Hidayatullah yang senantiasa mendukung pemerintah dalam menguatkan ekosistem halal Indonesia melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi halal di Nusa Tenggara Barat khususnya.

Ia juga menekankan pentingnya semua elemen masyarakat terutama pelaku usaha untuk bisa melek halal, memahami regulasi, proses, alur pengurusan sertifikasi halal dan menjadikannya sebagai salah satu strategi supaya Indonesia semakin mendunia.
”Standarisasi dan jaminan produk halal saat ini telah bertransformasi menjadi standar kualitas masyarakat global. Sehingga dibutuhkan kolaborasi strategis antara pemerintah, LPH Hidayatullah, akademisi dan masyarakat luas untuk menguatkan ekosistem halal Indonesia bersama,” ucap Isna dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Unit Pusat Unggulan Politeknik Pariwisata Lombok, Anas Pattaray, menyampaikan bahwa perguruan tinggi punya peranan sangat penting dan besar dalam upaya menguatkan serta mengembangkan ekosistem halal Indonesia, khususnya di bidang riset dan edukasi.
“Poltekpar punya 3 program unggulan, Halal Tourism, Sport Tourism dan Wellnes Tourism. Jadi kami sudah mengintegrasikan halal sebagai bagian tak terpisahkan dari industri pariwisata itu sendiri yang juga didukung oleh kegiatan riset selama dua tahun terakhir,” ujar Anas sebelum membuka kegiatan seminar ini secara resmi.
Selain pemerintah dan lembaga pemeriksa, kegiatan seminar ini diikuti oleh para praktisi halal (auditor dan pendamping), mahasiswa, pelaku usaha, pemerhati halal dan masyarakat umum. Diakhiri dengan pemberian cendera mata untuk para pemateri sekaligus foto bersama seluruh peserta.