LPH Hidayatullah

Naspi Arsyad Sebut Integritas Auditor Halal Harus Berangkat dari Komitmen Keislaman

Naspi Arsyad Sebut Integritas Auditor Halal Harus Berangkat dari Komitmen Keislaman

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, mengajak auditor halal di Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah untuk memperkuat integritas, komitmen keislaman, dan semangat kolaborasi dalam menjalankan tugas pemeriksaan halal.

Pesan tersebut disampaikan Naspi dalam kegiatan Gathering Auditor Nasional LPH Hidayatullah bertemakan “Penguatan Kinerja dan Integritas Auditor Halal”.

Menurut Naspi, penguatan peran auditor halal tidak cukup hanya bertumpu pada kemampuan teknis pemeriksaan. Lebih dari itu, diperlukan kesadaran bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik melalui penerapan nilai-nilai Islam.

Ia menjelaskan, dalam konteks sejarah Hidayatullah sejak awal berdiri tahun 1970 an, memutus paradigma bahwa pesantren bukan semata-mata institusi pendidikan yang berorientasi pada pengajaran kitab, bahasa Arab, atau bahasa Inggris. Pesantren memiliki peran lebih luas, yakni membangun kesadaran masyarakat untuk menjalankan Islam secara lebih baik.

“Baca kitab, bahasa Arab, dan bahasa Inggris itu hanyalah alat. Di Hidayatullah inti dari pesantren adalah membangun kesadaran masyarakat bagaimana berislam lebih baik,” ujar Kiai Naspi di tengah 84 peserta auditor yang hadir dari berbagai daerah, di Bogor, 30 Oktober 2026.

Naspi mengingatkan bahwa paradigma tersebut juga relevan dengan kerja LPH Hidayatullah dan auditor halalnya. Pemeriksaan dan sertifikasi halal bukan sekadar urusan administratif, melainkan bagian dari upaya menghadirkan kepastian halal bagi masyarakat.

Naspi mencontohkan, kehalalan produk menjadi perhatian penting karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari umat Islam. Bahkan, menurutnya, keyakinan dan ketenangan seseorang dalam beribadah juga berkaitan dengan apa yang dikonsumsi. “Ini juga berkaitan dengan doa-doa yang akan di ijabah,”sambungnya.

Karena itu, auditor halal memiliki tanggung jawab untuk menjalankan pemeriksaan secara sungguh-sungguh, objektif, dan berintegritas. Kepercayaan masyarakat terhadap produk halal harus dibangun melalui proses pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam kesempatan tersebut, Naspi juga menekankan pentingnya kolaborasi antarorganisasi dan elemen umat Islam. Menurutnya, tidak ada satu organisasi kemasyarakatan Islam pun yang dapat bekerja sendiri dalam membangun kehidupan umat.

“Sehebat-hebatnya NU, Muhammadiyah dengan amal usahanya yang besar, Al-Washliyah, maupun Hidayatullah, tidak bisa berjalan sendiri. Tidak ada yang bisa sekuat apa pun organisasinya, kecuali dengan cara kolaborasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, Hidayatullah tidak bermaksud menyeragamkan latar belakang organisasi maupun identitas para auditor yang terlibat. Sebaliknya, Hidayatullah membuka ruang kerja sama dengan berbagai kalangan untuk mencapai tujuan bersama.

Naspi juga menguraikan prinsip syahadah Rasul yang menurutnya tidak sebatas mengikuti Nabi Muhammad SAW dalam aspek ibadah dan akhlak, tetapi juga meneladani cara Rasulullah membangun tatanan kehidupan Islam secara menyeluruh.

Ia menyebut proses pembentukan masyarakat Islam yang dilakukan Rasulullah selama 23 tahun sebagai pelajaran penting tentang perlunya tahapan, keteraturan, dan kebersamaan dalam membangun sebuah sistem.

Dalam konteks itu, Naspi memperkenalkan konsep sistematika wahyu yang menjadi tuntunan bagi kader di Hidayatullah. Diantara muatan materinya yakni sebagai gambaran keteraturan dalam membangun kehidupan keislaman. Menurutnya, setiap pekerjaan, termasuk pemeriksaan halal, membutuhkan sistem dan mekanisme yang jelas agar tujuan dapat dicapai dengan baik. “Tidak ada satu pekerjaan dan mekanisme di dunia ini, sesederhana apa pun, yang tidak memiliki keteraturan,” ungkapnya.

Melalui gathering tersebut, Naspi berharap para auditor LPH Hidayatullah semakin memahami bahwa tugas pemeriksaan halal merupakan amanah yang membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, serta komitmen bersama.

Ia menegaskan, semangat kolaborasi dan keteraturan menjadi modal penting bagi Hidayatullah untuk terus berkontribusi dalam membangun ekosistem halal sekaligus memperkuat pelayanan kepada umat.

Scroll to Top