
Pangkalpinang, Bangka Belitung – Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Hidayatullah Bangka Belitung menggelar Seminar Halal Hidayatullah Halal Festival 2026 di Auditorium Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Pangkalpinang. Mengusung tema “Halal untuk Negeri: Wujudkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Syariah yang Kuat”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mendukung percepatan ekosistem halal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Rangkaian acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh santri Hidayatullah, menghadirkan suasana khidmat di tengah para peserta yang memenuhi auditorium. Selanjutnya, doa dipimpin oleh Ustaz Junaidi, anggota Dewan Murobbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Bangka Belitung, memohon keberkahan dan kemudahan bagi upaya bersama dalam mengembangkan industri halal dan ekonomi syariah di daerah.
Ketua DPW Hidayatullah Bangka Belitung, Ismail Zalukhu, S.H.I., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa halal bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat kepercayaan konsumen, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Halal telah menjadi kebutuhan global. Karena itu, penguatan literasi halal dan percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha merupakan langkah penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal serta mendukung pertumbuhan ekonomi syariah,” ujarnya.

Acara secara resmi dibuka oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arie Primajaya, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor UMKM dan memperluas implementasi sertifikasi halal.
Menurutnya, sertifikasi halal tidak hanya memberikan kepastian bagi konsumen, tetapi juga menjadi nilai tambah yang mampu meningkatkan daya saing produk daerah di pasar nasional maupun internasional. Karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga halal, dunia usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat.
Selain memberikan sambutan pembukaan, Arie Primajaya juga menjadi salah satu narasumber seminar bersama Muhammad Faisal, S.H., M.H., Ketua LPH Hidayatullah, dan Dr. Ahmad Irvani, M.Ag., Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Bangka Belitung.
Dalam paparannya, Muhammad Faisal menekankan pentingnya kesiapan pelaku usaha menghadapi implementasi kebijakan wajib halal yang terus diperkuat pemerintah. Ia menjelaskan bahwa sertifikasi halal bukan hanya bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga investasi strategis untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Muhammad Faisal juga mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum penguatan ekosistem halal nasional, terlebih dengan semakin besarnya kontribusi sektor halal terhadap pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia.
Sementara itu, Dr. Ahmad Irvani memaparkan peran ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan industri halal harus menjadi bagian integral dari strategi penguatan ekonomi umat dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong implementasi halal secara nyata, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat halal kepada sejumlah pelaku usaha di Bangka Belitung, termasuk kepada pelaku usaha yang terlibat dalam penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penyerahan sertifikat ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat penerapan standar halal dalam rantai pasok pangan dan layanan konsumsi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara LPH Hidayatullah dengan sejumlah konsultan halal. Kerja sama tersebut bertujuan memperkuat pendampingan pelaku usaha dalam proses sertifikasi halal, meningkatkan literasi halal di tengah masyarakat, serta memperluas jangkauan layanan halal hingga ke berbagai sektor usaha di Bangka Belitung.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum. Berbagai isu strategis dibahas, termasuk implementasi sertifikasi halal, penguatan rantai pasok halal, pengembangan produk unggulan daerah, serta peluang Bangka Belitung dalam mendukung pertumbuhan ekonomi syariah nasional.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai lembaga, organisasi, dan mitra strategis yang memiliki komitmen terhadap pengembangan industri halal di Indonesia. Kehadiran peserta dari berbagai sektor menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sertifikasi halal sebagai bagian dari pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Melalui penyelenggaraan Seminar Halal Hidayatullah Halal Festival 2026, LPH Hidayatullah berharap semakin banyak pelaku usaha yang memahami pentingnya sertifikasi halal dan mampu memanfaatkan peluang besar yang ditawarkan industri halal. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mewujudkan ketahanan pangan, memperkuat ekonomi syariah, dan menjadikan halal sebagai salah satu kekuatan pembangunan daerah dan nasional.