LPH Hidayatullah

Tips Menyimpan Daging agar Tetap Aman, Segar, dan Terjamin Halalnya

Jakarta — Daging merupakan salah satu sumber protein hewani yang penting bagi tubuh. Namun, sebagai bahan pangan yang mudah rusak, daging memerlukan penanganan yang tepat agar tetap aman dikonsumsi sekaligus terjaga kehalalannya.

Kualitas daging tidak hanya ditentukan dari kesegarannya, tetapi juga dari cara pengolahan dan penyimpanannya. Tanpa penanganan yang baik, daging dapat mengalami penurunan kualitas bahkan berpotensi membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami cara menyimpan daging dengan benar sejak awal.

Salah satu langkah utama adalah memastikan daging yang dibeli dalam kondisi segar. Daging yang baik umumnya berwarna merah cerah, bertekstur kenyal, serta tidak berbau menyengat. Selain itu, penting untuk membeli dari sumber yang terpercaya agar kualitas dan kehalalannya lebih terjamin.

Kebersihan juga menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas daging. Proses pengolahan harus dilakukan dengan tangan dan peralatan yang bersih untuk menghindari kontaminasi silang dengan bahan lain.

Dalam penyimpanan, suhu menjadi faktor krusial. Daging sebaiknya disimpan di dalam kulkas dengan suhu 0–4°C untuk penggunaan jangka pendek, atau di dalam freezer dengan suhu -18°C untuk penyimpanan lebih lama. Penggunaan wadah tertutup atau kemasan kedap udara juga dianjurkan agar kualitas daging tetap terjaga.

Selain itu, daging tidak disarankan disimpan terlalu lama. Untuk menjaga kualitas terbaik, daging segar sebaiknya diolah dalam waktu 1–2 hari. Daging yang telah dicairkan juga tidak dianjurkan untuk dibekukan kembali karena dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri.

Metode pengemasan yang baik juga menjadi perhatian. Penggunaan plastik food grade atau teknik vacuum dapat membantu menjaga kesegaran daging. Memberikan label tanggal penyimpanan juga dapat membantu mengontrol masa simpan.

Tidak kalah penting, aspek kehalalan harus dijaga sejak awal. Daging harus berasal dari hewan yang disembelih sesuai syariat Islam dan diproses tanpa kontaminasi bahan non-halal. Proses dari hulu hingga hilir menjadi faktor penting dalam memastikan kehalalan produk.

Menanggapi hal ini, LPH Hidayatullah menegaskan bahwa menjaga kehalalan produk hewani tidak hanya berhenti pada proses penyembelihan, tetapi juga mencakup proses penanganan, penyimpanan, hingga distribusi. Setiap tahapan memiliki potensi risiko yang perlu diawasi secara ketat.

Sebagai lembaga pemeriksa halal, LPH Hidayatullah berperan dalam memastikan bahwa seluruh proses tersebut memenuhi standar halal yang telah ditetapkan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk menjaga kualitas dan kehalalan produk yang beredar di masyarakat.

LPH Hidayatullah juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih dan mengelola bahan pangan, khususnya daging. Dengan penanganan yang tepat, daging tidak hanya tetap segar dan aman dikonsumsi, tetapi juga terjamin kehalalannya.

Ke depan, peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga prinsip aman, sehat, utuh, dan halal diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem pangan yang lebih berkualitas dan terpercaya.

Scroll to Top