LPH Hidayatullah

UMKM Kendari Ramai-Ramai Belajar Halal, Merek, dan Modal Syariah

Kendari — Aula Ruang Bincang di Anduonohu, Kendari, Kamis (29/1/2026), tampak lebih ramai dari biasanya. Puluhan pelaku UMKM berkumpul mengikuti Bincang Bisnis Islami yang membahas topik krusial: sertifikasi halal, pengurusan merek, dan akses permodalan syariah.

Acara yang digelar BKPRMI Sulawesi Tenggara ini terasa hidup sejak awal. Peserta datang dari berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner hingga produk olahan, semuanya ingin tahu bagaimana bisnis mereka bisa naik kelas.

Ketua LPH Hidayatullah, Muhammad Faisal, membuka wawasan peserta tentang pentingnya sertifikasi halal. Ia menekankan bahwa halal bukan hanya soal kewajiban, tetapi juga strategi bisnis.
“Kalau produk sudah halal, konsumen lebih tenang dan usaha lebih dipercaya,” ujarnya di hadapan peserta.

Tak kalah menarik, Dr. Linda F. Saleh dari Kementerian Hukum Sulawesi Tenggara mengajak pelaku UMKM untuk segera mengurus merek. Menurutnya, merek adalah identitas usaha yang wajib dilindungi agar tidak disalahgunakan pihak lain.
“Jangan tunggu besar dulu baru daftar merek. Justru sejak kecil harus diamankan,” pesannya.

Dari sisi permodalan, Irwanto Azis dari Bank Syariah Indonesia (BSI) menjelaskan peluang pembiayaan UMKM melalui KUR Syariah. Skema ini dinilai cocok bagi pelaku usaha yang ingin berkembang dengan prinsip syariah, aman, dan berkelanjutan.

Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi tanya jawab. Pertanyaan mengalir deras, mulai dari proses sertifikasi halal hingga syarat pengajuan KUR. Suasana makin seru karena setiap penanya mendapatkan bingkisan dari panitia.

Melalui kegiatan ini, BKPRMI Sultra berharap UMKM di Kendari semakin siap bersaing, tidak hanya kuat dari sisi produk, tetapi juga legal, halal, dan memiliki akses permodalan yang tepat.

Scroll to Top