LPH Hidayatullah

Blockchain, Inovasi Digital untuk Memperkuat Ekosistem Halal

Perkembangan teknologi blockchain membuka peluang baru bagi penguatan ekosistem halal, mulai dari transparansi rantai pasok hingga kemudahan verifikasi sertifikasi halal lintas negara. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus mendukung daya saing industri halal di pasar global.

Dalam wawancara bersama Ronald Yusuf Wijaya, Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), yang dimuat dalam artikel “Blockchain dan Masa Depan Ekosistem Halal”, dijelaskan bahwa blockchain merupakan teknologi yang bersifat netral. Penerapannya perlu disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah agar dapat mendukung praktik ekonomi yang transparan dan tepercaya.

Melalui teknologi ini, setiap tahapan rantai pasok dapat dicatat secara digital, mulai dari bahan baku, proses produksi, sertifikasi, hingga distribusi kepada konsumen. Karakteristik blockchain yang membuat data sulit diubah secara sepihak memungkinkan informasi produk lebih mudah ditelusuri dan diverifikasi.

Ronald menegaskan bahwa blockchain tidak menggantikan peran lembaga sertifikasi halal maupun ulama. Sebaliknya, teknologi ini berfungsi sebagai infrastruktur pendukung untuk memperkuat transparansi dan integritas sistem sertifikasi halal.

Dalam perdagangan internasional, blockchain juga berpotensi mempermudah verifikasi sertifikasi halal antarnegara. Importir dapat memeriksa informasi produk secara digital, sehingga proses perdagangan menjadi lebih efisien.

Meski demikian, pengembangannya masih menghadapi tantangan, seperti rendahnya literasi masyarakat, koordinasi regulasi, serta kebutuhan penerapan nyata dalam kegiatan komersial. Karena itu, kolaborasi antara ulama, regulator, pelaku industri, dan pengembang teknologi menjadi faktor penting.

Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pusat inovasi halal digital dunia. Dengan dukungan industri halal dan perkembangan teknologi, blockchain berpotensi menghadirkan ekosistem halal yang lebih transparan, inklusif, dan tepercaya.

Lantas, seperti apa peran blockchain dalam membentuk masa depan ekosistem halal dan apakah teknologi ini benar-benar dapat membuat perjalanan sebuah produk halal lebih transparan bagi konsumen?

Baca selengkapnya di https://lphhidayatullah.id/halalsight/

 

 

Ditulis Oleh Ubaidillah Navis

Scroll to Top