Batam – Hidayatullah Halal Festival 2026 sukses digelar di Batam pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dengan mengusung tema “Wujudkan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Syariah yang Kuat.” Kegiatan ini menjadi ajang sinergi berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem halal, mendukung ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Kepulauan Riau.
Acara dibuka secara resmi oleh Ust. Drs. Nursyamsa Hadis, Ketua Pembina Kampus Utama Hidayatullah Batam. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen umat dalam membangun kemandirian ekonomi yang berlandaskan nilai-nilai syariah, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan produk halal.
Festival ini menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Wanda Noviandhani, S.Farm, Pengawas JPH Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Ir. Jogie Suaduon, S.ST., M.Pd, dari Lembaga Inkubasi Bisnis Merah Putih Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau, serta Muhammad Faisal, S.H., M.H, Ketua LPH Hidayatullah. Adapun sesi diskusi dipandu oleh Muhammad Maulana selaku moderator.

Dalam pemaparannya, Wanda Noviandhani menjelaskan perkembangan implementasi kebijakan Jaminan Produk Halal (JPH) serta pentingnya kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban sertifikasi halal. Ia juga mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan berbagai program pendampingan yang tersedia guna mempercepat proses sertifikasi halal.
Sementara itu, Dr. Jogie Suaduon menyoroti pentingnya penguatan sektor usaha mikro dan kecil sebagai fondasi ekonomi daerah. Menurutnya, sertifikasi halal tidak hanya menjadi kewajiban regulasi, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.
Pada kesempatan yang sama, Ketua LPH Hidayatullah, Muhammad Faisal, menyampaikan bahwa sertifikasi halal merupakan instrumen strategis dalam membangun kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat rantai pasok halal nasional. Ia menegaskan bahwa penguatan ekosistem halal harus berjalan seiring dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.
“Ketahanan pangan dan ekonomi syariah merupakan dua sektor yang saling mendukung. Dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang tersertifikasi halal, maka kualitas, keamanan, dan daya saing produk akan semakin meningkat, yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Hidayatullah Halal Festival 2026, diharapkan terbangun kesadaran yang lebih luas mengenai pentingnya halal sebagai bagian dari gaya hidup, sistem ekonomi, dan instrumen pembangunan bangsa. Festival ini juga menjadi wadah mempererat kolaborasi antara pemerintah, lembaga halal, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi halal dunia.
Kegiatan berlangsung dengan meriah dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, pelaku UMKM, aktivis dakwah, serta jaringan amal usaha Hidayatullah di Batam dan Kepulauan Riau.