LPH Hidayatullah

11 Pemain, Satu Tujuan: Pelajaran Timnas Indonesia untuk Ekosistem Halal

Kemenangan Indonesia di ajang ASEAN Cup menjadi momentum yang membanggakan bagi masyarakat Tanah Air. Perjuangan para pemain di lapangan menunjukkan bahwa sebuah kemenangan tidak lahir dari kerja satu orang saja. Di balik hasil yang diraih, terdapat kerja sama, strategi, disiplin, dan kontribusi setiap pemain yang menjalankan perannya masing-masing.

Semangat tersebut sejatinya tidak hanya relevan dalam dunia sepak bola. Nilai yang sama juga dapat menjadi pelajaran bagi penguatan ekosistem halal di Indonesia.

Dalam sebuah pertandingan, setiap pemain memiliki posisi dan tugas yang berbeda. Ada yang bertahan, membangun serangan, mencetak gol, hingga menjaga gawang. Meski memiliki peran berbeda, semuanya bergerak menuju satu tujuan: membawa Indonesia meraih kemenangan.

Begitu pula dengan ekosistem halal. Penguatan industri halal tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Ada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang menjalankan fungsi penyelenggaraan jaminan produk halal, Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang melakukan pemeriksaan dan pengujian kehalalan produk, auditor halal yang menjalankan proses pemeriksaan, Pendamping PPH yang membantu pelaku usaha, serta para pelaku usaha yang memastikan produknya memenuhi ketentuan halal.

Di sisi lain, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, industri, komunitas, hingga konsumen juga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran dan memperluas ekosistem halal.

LPH Hidayatullah melihat bahwa kolaborasi antarpihak menjadi salah satu kunci dalam memperkuat layanan sertifikasi halal sekaligus mendorong pertumbuhan industri halal di Indonesia. Sebab, semakin banyak pihak yang bergerak dengan tujuan yang sama, semakin besar pula dampak yang dapat dihasilkan.

Kemenangan Timnas Indonesia mengajarkan bahwa tidak semua pemain harus mencetak gol untuk disebut berjasa. Ada pemain yang memberikan assist, menjaga pertahanan, merebut bola, atau menjalankan strategi pelatih. Semuanya memiliki kontribusi terhadap kemenangan tim.

Begitu pula dalam ekosistem halal. Tidak semua pihak memiliki tugas yang sama, tetapi setiap peran memiliki arti. Ketika seluruh elemen dapat bekerja secara sinergis, Indonesia memiliki peluang semakin besar untuk memperkuat posisi sebagai salah satu pemain utama dalam industri halal dunia.

Pada akhirnya, semangat dari lapangan hijau tersebut dapat menjadi refleksi bersama. Jika sebelas pemain mampu bersatu dengan satu tujuan untuk membawa Indonesia menjadi juara, mampukah seluruh elemen ekosistem halal bersinergi membawa Indonesia menjadi juara industri halal dunia?

 

 

Ditulis Oleh Ubaidillah Navis

Scroll to Top