Kepala BPJPH Jawa Tengah Paparkan Capaian Sertifikasi Halal, 852 Ribu UMKM Telah Bersertifikat

JAWA TENGAH – Penguatan ekosistem halal membutuhkan pemahaman dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Kepala BPJPH Jawa Tengah, Ika Efrilia, dalam sesi talkshow Hidayatullah Halal Festival Jawa Tengah 2026 yang berlangsung pada Sabtu (7/11/2026).
Dalam pemaparannya, Ika Efrilia memberikan edukasi mengenai pentingnya halal dengan mengajak peserta memahami perjalanan dan sejarah perkembangan sertifikasi halal. Ia menjelaskan bahwa halal tidak semestinya hanya dipandang sebagai kewajiban administratif bagi pelaku usaha, tetapi juga menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Menurutnya, kesadaran halal perlu terus dibangun agar masyarakat semakin memahami pentingnya mengonsumsi dan menggunakan produk yang terjamin kehalalannya. Konsep halal juga perlu menjadi bagian dari gaya hidup atau halal lifestyle, sehingga penerapannya tidak hanya berhenti pada proses sertifikasi produk, tetapi tumbuh menjadi kesadaran bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Ika juga memaparkan data mengenai potensi dan capaian sertifikasi halal di Jawa Tengah. Tercatat terdapat sekitar 4 juta UMKM di wilayah Jawa Tengah, dengan kurang lebih 2,5 juta UMKM yang masih membutuhkan sertifikasi halal.
Dari jumlah tersebut, Jawa Tengah telah mencatatkan sebanyak 852.083 produk atau pelaku usaha yang telah bersertifikat halal. Capaian ini menjadi gambaran perkembangan positif dalam upaya memperluas jangkauan sertifikasi halal. Namun, angka tersebut sekaligus menunjukkan masih besarnya pekerjaan yang perlu dilakukan untuk mendorong semakin banyak UMKM memenuhi kewajiban sertifikasi halal.
Ia menegaskan bahwa penguatan ekosistem halal tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kerja sama dengan berbagai lembaga, organisasi, pelaku usaha, dan masyarakat agar edukasi serta fasilitasi sertifikasi halal dapat menjangkau lebih banyak pihak.
Pada kesempatan tersebut, Ika Efrilia secara khusus menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi LPH Hidayatullah dalam mendukung pengembangan ekosistem halal. Ia juga menyatakan kesiapan BPJPH untuk menjalin kolaborasi seluas-luasnya dengan LPH Hidayatullah, Hidayatullah, serta seluruh elemen masyarakat.
Komitmen kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mempercepat perluasan sertifikasi halal, khususnya bagi UMKM di Jawa Tengah. Dengan sinergi yang semakin kuat, upaya membangun kesadaran halal dan meningkatkan daya saing produk lokal diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Melalui kegiatan Hidayatullah Halal Festival Jawa Tengah 2026, LPH Hidayatullah turut mengambil bagian dalam memperkuat edukasi dan membangun jejaring kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan. Harapannya, halal tidak hanya menjadi label pada produk, tetapi juga menjadi budaya dan gaya hidup yang tumbuh di tengah masyarakat Indonesia.