Wagub Jawa Tengah Apresiasi Kontribusi LPH Hidayatullah dalam Penguatan Ekosistem Halal

JAWA TENGAH – Wakil Gubernur Jawa Tengah, KH Taj Yasin Maimoen, memberikan apresiasi terhadap kontribusi LPH Hidayatullah dalam mendorong penguatan ekosistem halal di tengah masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Hidayatullah Halal Festival Jawa Tengah 2026, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Ekosistem Halal dan Kemandirian UMKM Jawa Tengah” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan pelaku usaha dalam mengembangkan industri halal, khususnya di wilayah Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, KH Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa LPH Hidayatullah telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui berbagai kontribusi di bidang pelayanan sertifikasi halal. Peran tersebut dinilai penting dalam membantu pelaku usaha memenuhi kewajiban sertifikasi halal sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang beredar.
Ia juga menekankan bahwa penguatan ekosistem halal tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, lembaga pemeriksa halal, pelaku usaha, hingga masyarakat luas.
Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, LPH Hidayatullah, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar program pengembangan ekosistem halal dapat berjalan lebih optimal. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan sertifikasi halal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk halal.
Apresiasi yang disampaikan Wakil Gubernur ini menjadi dorongan bagi LPH Hidayatullah untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas kontribusinya dalam mendampingi pelaku usaha. Terlebih, sertifikasi halal memiliki peran strategis dalam memberikan kepastian kehalalan produk sekaligus meningkatkan daya saing UMKM.
Hidayatullah Halal Festival Jawa Tengah 2026 juga menghadirkan workshop dan talkshow yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di bidang halal. Selain itu, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memperoleh fasilitasi sertifikasi halal gratis, yakni 50 kuota melalui jalur self declare dan 10 kuota melalui jalur reguler.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat dan ditindaklanjuti melalui program-program nyata. Dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan ekosistem halal yang semakin kuat serta mendorong kemandirian UMKM di Jawa Tengah.
Ditulis oleh Ubaidillah Navis