Permen jelly menjadi salah satu camilan yang banyak digemari, terutama karena teksturnya yang kenyal, rasa yang beragam, dan bentuknya yang menarik. Produk ini mudah ditemukan mulai dari toko kelontong hingga pusat perbelanjaan. Namun, di balik tampilannya yang sederhana, permen jelly memiliki sejumlah titik kritis halal yang perlu diperhatikan.

Salah satu titik kritis utama pada permen jelly adalah gelatin. Bahan ini banyak digunakan untuk memberikan tekstur kenyal pada produk. Gelatin umumnya berasal dari kolagen yang diperoleh dari kulit atau tulang hewan. Karena itu, sumber gelatin menjadi hal penting yang perlu ditelusuri. Jika gelatin berasal dari hewan yang tidak halal atau dari hewan halal tetapi tidak diproses sesuai ketentuan syariat, maka penggunaannya menjadi titik kritis dalam produk.
Selain gelatin, permen jelly juga dapat menggunakan bahan pembentuk tekstur lainnya, seperti pektin atau karagenan. Meskipun bahan-bahan tersebut berasal dari sumber nabati atau rumput laut, asal-usul dan proses pengolahannya tetap perlu diperhatikan untuk memastikan tidak terdapat bahan tambahan atau bahan penolong yang tidak memenuhi persyaratan halal.
Titik kritis berikutnya terdapat pada perisa dan pewarna. Permen jelly hadir dalam berbagai rasa seperti stroberi, jeruk, anggur, mangga, hingga rasa buah lainnya. Perisa yang digunakan dapat terdiri dari berbagai komponen, termasuk bahan pembawa atau pelarut tertentu. Begitu pula dengan pewarna yang digunakan untuk memberikan tampilan menarik pada produk. Seluruh bahan tersebut perlu dipastikan memiliki sumber yang jelas dan memenuhi ketentuan halal.
Tidak hanya bahan utama, lapisan atau bahan tambahan pada permen jelly juga perlu diperhatikan. Beberapa produk dapat menggunakan bahan pelapis agar permukaan permen terlihat mengilap atau tidak saling menempel. Bahan pelapis tersebut juga harus dipastikan berasal dari sumber yang halal.
Proses produksi menjadi bagian lain yang tidak kalah penting. Peralatan yang digunakan untuk mencampur, memasak, mencetak, hingga mengemas permen jelly harus dijaga kebersihannya dan tidak mengalami kontaminasi dengan bahan nonhalal. Pengendalian fasilitas produksi menjadi bagian penting untuk memastikan kehalalan produk tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.
LPH Hidayatullah mengingatkan bahwa produk yang terlihat sederhana belum tentu memiliki proses produksi yang sederhana. Pada permen jelly, titik kritis dapat muncul dari bahan pembentuk tekstur, perisa, pewarna, bahan pelapis, hingga fasilitas produksi. Oleh karena itu, penelusuran bahan dan proses menjadi bagian penting dalam memastikan jaminan halal sebuah produk.
Dengan memahami titik kritis halal pada permen jelly, pelaku usaha dapat lebih cermat dalam memilih bahan baku dan memastikan seluruh proses produksinya memenuhi ketentuan halal. Bagi konsumen, pemahaman ini juga menjadi bekal penting agar dapat memilih produk yang telah memiliki jaminan halal dengan lebih bijak.
Ditulis Oleh Ubaidillah Navis